Konsistensi Pengajaran Kitab Kuning dan Semangat Santri saat Ramadhan, Kisah Pesantren At-Tahzib Ngoro Jombang

Masuk ke dalam bulan suci Ramadhan 1445 H, Pondok Pesantren At-Tahzib di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menetapkan pengajaran kitab kuning kepada santrinya dengan konsistensi tinggi

Pengajaran Kitab Kuning Pesantren At-Tahzib Ngoro Jombang.Foto;tivi7news.com/rendi

Jombang, tivi7news.com – Masuk ke dalam bulan suci Ramadhan 1445 H, Pondok Pesantren At-Tahzib di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menetapkan pengajaran kitab kuning kepada santrinya dengan konsistensi tinggi. Pesantren ini ditemukan berada di ujung selatan kota Jombang, dekat perbatasan dengan Kabupaten Kediri. Selama bulan puasa Ramadhan, santri-santri aktif mengikuti kegiatan mengaji kitab kuning mulai dari pagi hingga malam.

 

Pantauan di lokasi Pondok Pesantren At-Tahzib menunjukkan santri-santri yang berkumpul untuk mengikuti pengajaran kitab kuning yang disampaikan oleh ustadz dari pesantren tersebut. Mereka tampak khusyuk dan fokus dalam mengikuti pembelajaran kitab kuning.

 

Dalam sesi ngaji kitab kuning, ustadz membacakan isi kitab yang kemudian disimak dan disalin oleh para santri. Aktivitas pengajaran kitab kuning ini berlangsung di Pondok Pesantren At-Tahzib Ngoro Jombang dengan penuh semangat.

 

Setelah acara selesai, Pengasuh Pondok Pesantren At-Tahzib Ngoro Jombang, KH Ahmad Masruh IM, menceritakan sejarah berdirinya pesantren ini. Romo KH Insan Mahin dari Solo mendirikan pesantren pada tahun 1962 dengan 15 santri awal. Seiring waktu, jumlah santri terus bertambah hingga mencapai sekitar 2000 santri saat ini, baik laki-laki maupun perempuan, dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

 

Gus Masruh menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan, santri bebas memilih kitab kuning yang ingin mereka pelajari, dengan sekitar tujuh puluh kitab tersedia. Kegiatan ngaji kitab kuning dilakukan mulai pagi hingga setelah sholat Tarawih menjelang tengah malam.

 

Selain mendapatkan ilmu agama, para santri juga diajarkan ilmu akhlak dan fiqih. Menurut Gus Masruh, bulan Ramadhan adalah waktu yang baik untuk memperdalam pemahaman agama dan beribadah kepada Allah SWT. Dengan semangat berdoa dan belajar, Pondok Pesantren At-Tahzib Ngoro Jombang berharap dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *