News  

Pesanan Ketupat Meningkat, Pengrajin di Jombang Banjir Orderan

Pengrajin ketupat di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang, sedang menghadapi lonjakan pesanan signifikan pada momen Lebaran tahun ini

Pesanan Ketupat Meningkat, Pengrajin di Jombang Banjir Orderan.Foto:tivi7news.com/meita

Jombang,tivi7news.com– Pengrajin ketupat di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sedang menghadapi lonjakan pesanan yang signifikan pada momen Lebaran tahun ini. Produksi ketupat mereka meningkat drastis, bahkan mencapai ribuan ketupat, menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi para perajin.

 

Lonjakan permintaan ketupat di Jombang menjadi indikasi tingginya minat masyarakat terhadap tradisi Lebaran, di mana ketupat menjadi salah satu hidangan utama di meja makan saat Hari Raya Idul Fitri.

 

Pantauan di lokasi sentra produksi pembuatan ketupat di Dusun Ngembeh menunjukkan aktivitas pembuatan ketupat yang begitu padat. Bahkan, ketupat yang diproduksi telah menjangkau pasar di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang.

 

Salah satu perajin ketupat, Samiah (50), menyatakan bahwa pesanan ketupat meningkat secara signifikan hampir 100 persen dari hari biasanya. Biasanya, ia membuat dua ribu ketupat, tetapi tahun ini permintaan melonjak hingga 15 ribu ketupat yang telah dipesan pelanggan.

 

“Dibandingkan dengan hari-hari biasa, permintaannya jauh lebih banyak. Saat ini kami memproduksi 15 ribu ketupat dan lepet untuk pesanan pelanggan,” ujarnya pada Senin (15/04/2024).

 

Samiah menjelaskan bahwa harga sepuluh ikat ketupat adalah Rp 20 ribu dengan isi sepuluh buah, sesuai dengan harga lepet yang juga Rp 20 ribu untuk sepuluh buah.

 

“Produk kami dipasarkan di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang,” tambahnya.

 

Perajin ketupat lainnya, Muji Slamet, menegaskan bahwa permintaan ketupat tahun ini sangat tinggi, bahkan mencapai ribuan ketupat. Ia mampu memproduksi lima ribu ketupat dan lima ribu lepet untuk Lebaran Idul Fitri tahun ini.

 

“Dibutuhkan sekitar 50 kilogram beras per hari sebagai bahan baku untuk ketupat. Permintaan dari luar daerah sangat meningkat di momen Lebaran Idul Fitri ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *