Budaya  

Menjelajahi Kekayaan Sejarah Jawa Timur, Kompleks Makam Tralaya dan Upaya Pengakuan Internasional

Jawa Timur memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang memikat dan layak mendapat pengakuan internasional

Kompleks Makam Tralaya.Foto : tivi7news.com/ilustrasi

Nganjuk, tivi7news.comJawa Timur memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang memikat dan layak mendapat pengakuan internasional. Salah satu di antaranya adalah sebuah bangunan yang telah berusia 576 tahun yang secara resmi diakui oleh UNESCO.

 

Pengakuan diam-diam dari UNESCO ini menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peninggalan bersejarah yang tak ternilai. Keberadaan bangunan yang telah berusia 576 tahun ini telah diketahui sejak masa pemerintahan Belanda di Indonesia. Pada masa itu, Belanda aktif melakukan penelitian arkeologis di nusantara dan menemukan berbagai peninggalan sejarah, termasuk bangunan-bangunan megah dari masa lalu, baik dari zaman prasejarah maupun masa kerajaan.

 

Bangunan berusia 576 tahun ini ternyata merupakan bagian dari sebuah kompleks pemakaman yang sangat besar. Kompleks pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para bangsawan pada masa itu. Kehadiran kompleks ini memberikan gambaran akan kemegahan dan kebesaran kerajaan yang pernah ada di masa lalu.

 

Kompleks pemakaman ini dikenal dengan nama Kompleks Makam Tralaya, dan merupakan bagian integral dari Kota Kuno Trowulan. Kota Kuno Trowulan sendiri terdiri dari beberapa kompleks bangunan yang tersebar di wilayah seluas 100 kmĀ², administratif berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sejak tahun 2009, kompleks ini telah masuk dalam daftar Tentative List Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

 

Meskipun telah masuk dalam daftar Tentative List, statusnya masih belum permanen dan bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan perlunya dukungan dana internasional untuk memelihara bangunan-bangunan bersejarah tersebut.

 

Sejak tahun 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berupaya untuk mendaftarkan kompleks ini sebagai Warisan Dunia secara resmi kepada UNESCO. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga statusnya masih tetap tentative.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *