News  

Identitas Wanita Tanpa Busana yang Ditemukan di Kawasan Hutan Nganjuk Belum Terkuak

Kematian seorang wanita tanpa busana yang ditemukan terbungkus seprai di kawasan hutan petak 117 RPH Tamanan,hingga saat ini masih menyisakan misteri.

Identitas Wanita Tanpa Busana di Kawasan Hutan Nganjuk Belum Terkuak.Foto: tivi7news.com/Rendi

Nganjuk, tivi7news.com – Kematian seorang wanita tanpa busana yang ditemukan terbungkus seprai di kawasan hutan petak 117 RPH Tamanan, BKPH Tamanan, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, hingga saat ini masih menyisakan misteri. Menurut Kapolres Nganjuk, AKBP ┬áMuhammad, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa kematiannya diduga tidak wajar

 

Mayat wanita tanpa identitas tersebut ditemukan pada Senin (25/3/2024) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan penemuan mayat, pihak kepolisian segera melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Nganjuk untuk proses otopsi.

 

“Operasi sudah selesai dilaksanakan, saat ini menunggu hasil resmi dari dokter forensik . Untuk saat ini petugas di lapangan masih fokus untuk mencari identitas korban,” ujar Muhammad.

 

Hasil pemeriksaan dokter forensik mengindikasikan bahwa usia wanita tersebut diperkirakan antara 25 hingga 40 tahun. Selain itu, kedua telapak tangannya dalam kondisi terpotong, yang diduga merupakan hasil mutilasi. “Ada amputasi pada kedua belah tangannya, di bagian telapak tangannya.Luka di kepala yang diduga karena benda tumpul, lebih dari satu kali,” ungkap Muhammad.

 

Selain itu, korban memiliki rambut ikal cokelat gelap dengan panjang sekitar 53 sentimeter dan menggunakan hair extension cokelat gelap dengan panjang 40 sentimeter. Wajahnya kecil dengan hidung kecil dan alis yang dirapikan berwarna hitam.

 

Terdapat tahi lalat di pipi kiri, pangkal lengan kanan, dan di paha kanan korban. Selain itu, terdapat bekas luka sepanjang empat sentimeter di dagu. “Mungkin ini (luka di dagu) luka lama. Kemudian korban menggunakan behel, kawat gigi warna biru tua pada rahang atas dan rahang bawahnya,” tambah Muhammad.

 

“Kemudian kita temukan juga anting (di telinga) kiri-kanan, panjang segi empat warna kuning. Kemudian ada satu lagi anting yang terpisah, yang ditusuk pada telinga kanan satu anting. Itu detail identifikasi mayat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *