Wisata  

Keindahan Sejarah Candi Lor, Jejak Kerajaan Mataram Kuno di Kota Angin

Berdiri megah di selatan Kota Angin, Candi Lor bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, namun juga menjadi jejak penting dari Kerajaan Mataram Kuno, Mpu Sindok, serta menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Nganjuk.

Keindahan Sejarah Candi Lor, Jejak Kerajaan Mataram Kuno di Kota Angin. Foto : tivi7news.com/ilustrasi

NGANJUK, tivi7newsnganjuk, -Berdiri megah di selatan Kota Angin, Candi Lor bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, namun juga menjadi jejak penting dari Kerajaan Mataram Kuno, Mpu Sindok, serta menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Nganjuk.

 

Candi Lor, dibangun dari batu bata merah, dipercaya sebagai titik awal berdirinya Kota Angin, julukan untuk Kabupaten Nganjuk. Terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, candi ini didirikan pada tahun 859 Saka atau 937 M, sesuai dengan catatan prasasti Anjuk Ladang.

 

Sebagai tempat wisata, Candi Lor menonjolkan unsur sejarah Kota Angin dan sering dikunjungi oleh masyarakat. Namun, meskipun menjadi tempat yang sering dikunjungi, Candi Lor menghadapi tantangan serius. Batu-batanya telah menjadi habitat bagi pohon Jangkang selama berabad-abad.

 

Pohon Jangkang, juga dikenal sebagai pohon Kepuh (Sterculia foetida), memiliki akar yang merajalela dan menyebar di antara batu-batu candi. Keberadaan pohon ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1866, membuatnya disebut sebagai “pohon purba”.

 

Di sekitar Candi Lor, terdapat dua makam abdi dalem kinasih Mpu Sindok yang disebut Eyang Kerto dan Eyang Kerti. Dibangunnya Candi Lor di Loceret menjadi tanda kemenangan “Jaya Stambha” atau “Vijaya Stambha” sebagai bentuk terima kasih dari Mpu Sindok.

 

Peristiwa tersebut berawal sekitar tahun 929 M, ketika terjadi pertempuran di wilayah Loceret antara pasukan Mpu Sindok melawan tentara Kerajaan Melayu/Sriwijaya. Mpu Sindok, dengan bantuan masyarakat setempat, berhasil memenangkan pertempuran tersebut.

 

Mpu Sindok kemudian dinobatkan sebagai Raja dengan gelar Sri Maharaja Empu Sendok Sri Isanawikrama Dharmatunggadewa. Sekitar delapan tahun setelah kemenangan itu, Sri Maharaja Empu Sendok memerintahkan pembangunan tugu kemenangan, yang kemudian dikenal sebagai Jayastamba atau Candi Lor, Candi Boto di Desa Candirejo, Loceret, Nganjuk.

 

Candi Lor bukan hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga saksi bisu dari perjuangan dan keberanian para pendahulu kita. Keindahannya yang kini dihiasi oleh akar pohon yang menjalar memberikan pesona tersendiri bagi pengunjung, mengajak kita untuk merenung dan menghargai warisan sejarah yang kita miliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *