Berkah Ramadhan, Meningkatnya Permintaan Produksi Sarung Goyor Jombang

Sarung goyor, sebagai lambang tradisi dan warisan budaya Indonesia, merupakan sebuah nilai yang perlu dijaga dan dilestarikan

Permintaan Produksi Sarung Goyor Jombang.Foto: tivi7news.com/meita

Jombang, tivi7news.com– Sarung goyor, sebagai lambang tradisi dan warisan budaya Indonesia, merupakan sebuah nilai yang perlu dijaga dan dilestarikan. Di Jombang, Jawa Timur, sarung goyor bukan hanya menjadi kain biasa, melainkan juga menjadi sumber penghasilan bagi para perajin lokal.

 

Peningkatan pesat permintaan sarung goyor pada bulan Ramadhan tahun ini menegaskan bahwa tradisi dan budaya masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

 

Salah satu perajin sarung goyor terkemuka adalah Sugeng Hariyadi, yang berasal dari Desa Plumbongambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sarung buatan pabrik, namun permintaan akan sarung tradisional ini meningkat drastis, bahkan mencapai 50 persen.

 

Sugeng Hariyadi mengakui bahwa permintaan yang tinggi tersebut memberikan tantangan besar bagi produksinya. Dalam sepekan, timnya biasanya mampu memproduksi 100 sarung goyor, namun pada bulan Ramadan kali ini, permintaan meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat dari biasanya.

 

Usaha yang dirintis sejak 2015 ini terus berkembang, dengan kini dibantu oleh 25 karyawan terlatih dalam pembuatan sarung goyor. Awalnya, Sugeng membuat sarung goyor sendiri, namun dengan meningkatnya permintaan, ia mengajak tetangga untuk bergabung dalam produksi.

 

Proses pembuatan sarung goyor dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Mulai dari pewarnaan benang, penenunan, hingga tahap penyelesaian akhir, semua dilakukan secara manual. Keunikan sarung goyor terletak pada motifnya yang khas dan bahan berkualitas tinggi, dengan benang impor dari Cina yang menghasilkan sarung yang nyaman dipakai dalam berbagai kondisi cuaca.

 

Tingginya permintaan sarung goyor bahkan mencapai pasar internasional, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Timur Tengah. Harga sarung goyor bervariasi tergantung pada kualitasnya, dengan harga mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per biji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *