News  

Kasus Kematian Puluhan Sapi di Ngetos , Puskeswan diduga Keracunan

Kasus Kematian puluhan hewan ternak Sapi yang terjadi di Kecamatan Ngetos , Nganjuk , Jawa - Timur , membuat keresahan warga dan membuat was - was warga lainnya yang masih memelihara Sapi

Kasus Kematian Puluhan Sapi di Ngetos , Puskeswan diduga Keracunan . Foto : tivi7news.com/Istimewa

Nganjuk , tivi7news.com – Kasus Kematian puluhan hewan ternak Sapi yang terjadi di Kecamatan Ngetos , Nganjuk , Jawa – Timur , membuat keresahan warga dan membuat was – was warga lainnya yang masih memelihara Sapi. Tak tanggung – tanggung Sapi yang mati di Kecamatan Ngetos mencapai 44 ekor .

 

Hingga hari ini Selasa (23/04/24) , penyebab kematian Sapi belum diketahui . sebagian warga pun menduga hewan ternak mereka mati akibat di racun .

 

Hal ini pun membuat Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk turun ke lapangan untuk melakukan investigasi . Petugas mendatangi kandang Sapi warga untuk memeriksa kondisi kandang dan memintai keterangan kepada warga .

 

Menurut Nurisma Solihatin petugas Puskeswan , dari hasil investigasi sementara di lapangan , dan keterangan yang diperoleh dari warga , petugas menduga Sapi warga mati akibat keracunan , mengingat rentan waktu yang cepat dari awal sapi sehat masih makan dengan normal dan tidak berselang lama mengalami kejang kejang yang kemudian mati.

 

“Menurut warga Sapi sebelumnya keadaanya baik – baik saja dan makan secara normal, namun tak berselang lama mengalami kejang kejang dan kemudian mati,”terang Nurisma.

 

Dugaan lainnya jika sapi itu keracunan dari makanan atau rumput yang di peroleh warga dari sawah kemungkinan kecil sapi tak mengalami keracunan.

 

“Kalau makan dari rumput yang diperoleh warga di sawah saya rasa sapi tak mengalami keracunan, kemungkinan ada penyebab lain,”imbuh Nurisma.

 

Kini petugas masih mendalami dan berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk mengungkap penyebab matinya puluhan sapi yang meresahkan warga kecamatan ngetos ini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *