News  

Tragedi Kecelakaan Bus Rosalia Indah, Duka Pasangan Suami Istri dan Korban dari Nganjuk

Pasangan suami istri dari Nganjuk, Jawa Timur, mengalami duka mendalam akibat kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Semarang – Batang

Kecelakaan Bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Semarang – Batang.Foto: tivi7news.com/Ilustrasi

Nganjuk, tivi7news.com– Pasangan suami istri dari Nganjuk, Jawa Timur, mengalami duka mendalam akibat kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Semarang – Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis pagi (11/4/2024).

 

Salsabila, seorang balita berusia 1 tahun, merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Dia adalah anak dari pasangan AS dan CR, yang tinggal di Dusun Karoan, Desa Tiripan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.

 

Berdasarkan keterangan dari seorang tetangga korban yang dihubungi oleh jurnalis iNewsNganjuk.id, diketahui bahwa korban berasal dari Desa Tiripan. Ayahnya, AS, berasal dari Jombang, sementara ibunya, CR, adalah warga Tiripan. Mereka merupakan pasangan muda yang baru saja menikah.

 

“Yang laki-laki dari Jombang, sedangkan yang perempuan dari sini dan mereka baru menikah beberapa tahun lalu,” ujar salah seorang tetangga.

 

Meskipun demikian, diperkirakan korban akan dimakamkan di tempat keluarga ayahnya di Jombang karena seluruh keluarga yang tinggal di Nganjuk telah berangkat ke Jombang sejak semalam.

 

Berikut adalah nama-nama korban dari Nganjuk dalam kecelakaan Bus Rosalia Indah, seperti yang dilaporkan oleh berbagai sumber:

 

  1. Shaquina Banunga Zeeya Salsabila (1 tahun), warga Dusun Karoan, Desa Tripan, Kecamatan Berbek (meninggal dunia).
  2. Ftriyan (37), warga Kelurahan Mangundikaran, Nganjuk (luka-luka).
  3. M. Al Imran Zani R (TNI) (38), warga Kelurahan Bogo, Nganjuk (luka-luka).
  4. Choirfah Rosita (25), warga Desa Tiripan, Kecamatan Brebek, Nganjuk (luka-luka).
  5. Masriin, Kertosono, Nganjuk (masih dalam data).
  6. Tsaqib (6), Kertosono, Nganjuk (luka-luka).
  7. Sahila (20), Kertosono, Nganjuk (luka-luka).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *