Budaya  

5 Tradisi Unik Cara Membangunkan Sahur di Berbagai Daerah Indonesia

Sahur, atau makanan sebelum waktu imsak selama bulan Ramadan, adalah tradisi yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia

5 Tradisi Unik Cara Membangunkan Sahur di Berbagai Daerah Indonesia. Foto :tivi7news.com/ilustrasi

NGANJUK, tivi7news.com, – Sahur, atau makanan sebelum waktu imsak selama bulan Ramadan, adalah tradisi yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, sahur bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga momen berbagi dan kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman. Di berbagai daerah di Indonesia, terdapat tradisi unik yang dilakukan untuk membangunkan orang untuk sahur. Berikut adalah lima tradisi unik cara membangunkan sahur di berbagai daerah Indonesia:

 

  1. Bedug Magrib di Yogyakarta

 

Di Yogyakarta, tradisi membangunkan sahur dengan bedug Magrib telah menjadi budaya yang sangat melekat. Bedug, atau alat musik tradisional yang berbentuk drum besar, biasanya dipukul secara bergantian oleh para pemuda yang berkeliling kampung pada saat menjelang waktu sahur. Bunyi bedug yang bergema di kampung-kampung menjadi tanda bagi warga untuk bangun dan menyiapkan sahur.

 

  1. Gendang Pukul di Aceh

 

Di Aceh, tradisi membangunkan sahur juga dilakukan dengan memainkan gendang pukul. Gendang yang biasanya terbuat dari kayu dan kulit binatang ini akan dipukul dengan ritme yang khas oleh sekelompok pemuda yang berkeliling kampung. Bunyi gendang yang berirama ini diharapkan dapat membangunkan orang-orang untuk sahur.

 

  1. Kenthongan di Jawa Tengah

 

Di Jawa Tengah, terdapat tradisi membangunkan sahur dengan menggunakan kenthongan, atau bambu yang digunakan sebagai alat musik tradisional. Kenthongan akan dipukul dengan menggunakan kayu secara berulang-ulang oleh sekelompok pemuda yang berkeliling kampung. Bunyi khas dari kenthongan ini menjadi tanda bagi warga untuk bangun dan menyiapkan sahur.

 

  1. Sulingan di Bali

 

Di Bali, tradisi membangunkan sahur dilakukan dengan memainkan alat musik tradisional bernama suling. Suling adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Pada saat menjelang waktu sahur, sekelompok pemuda akan berkeliling kampung sambil memainkan suling dengan melodi yang khas. Bunyi suling yang merdu diharapkan dapat membangunkan orang-orang untuk sahur.

 

  1. Ketuk Tilu di Sunda

 

Di Sunda, tradisi membangunkan sahur dilakukan dengan menggunakan alat musik tradisional bernama ketuk tilu. Ketuk tilu adalah alat musik yang terbuat dari logam dan biasanya dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan stik atau tongkat. Pada saat menjelang waktu sahur, sekelompok pemuda akan berkeliling kampung sambil memainkan ketuk tilu dengan ritme yang khas. Bunyi ketuk tilu ini diharapkan dapat membangunkan orang-orang untuk sahur.

 

Demikianlah lima tradisi unik cara membangunkan sahur di berbagai daerah Indonesia. Meskipun berasal dari budaya yang berbeda-beda, tradisi-tradisi ini memiliki satu tujuan yang sama, yaitu untuk membangunkan umat Islam agar dapat menjalankan ibadah sahur dengan baik selama bulan Ramadan. Tradisi-tradisi ini juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *