Budaya  

5 Hidangan Wajib dalam Upacara Tedak Siten

Upacara Tedak Siten adalah salah satu upacara adat yang penting dalam budaya Jawa

5 Hidangan Wajib dalam Upacara Tedak Siten.Foto : tivi7news.com/ilustrasi

NGANJUK, tivi7news.com, – Upacara Tedak Siten adalah salah satu upacara adat yang penting dalam budaya Jawa. Upacara ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi yang melibatkan pemberian nama kepada seorang anak yang telah mencapai usia tujuh bulan. Dalam upacara ini, terdapat lima hidangan wajib yang harus ada sebagai bagian dari simbolisme dan makna yang mendalam. Berikut ini adalah penjelasan secara rinci tentang lima hidangan wajib tersebut:

 

  1. Nasi Tumpeng

Nasi tumpeng adalah hidangan utama dalam upacara Tedak Siten. Nasi tumpeng merupakan simbol dari gunung yang melambangkan kekuatan, kestabilan, dan keberhasilan dalam hidup. Tumpeng ini biasanya disajikan dalam bentuk gunung kecil yang dikelilingi oleh aneka lauk pauk.

 

  1. Ayam Goreng

Ayam goreng menjadi hidangan penting dalam upacara Tedak Siten karena ayam dianggap sebagai simbol keberanian, keberhasilan, dan kekuatan. Ayam goreng yang disajikan dalam upacara ini biasanya dimasak dengan rempah-rempah tradisional untuk memberikan rasa yang khas dan menggugah selera.

 

  1. Sayur Lengkap

Sayur lengkap adalah hidangan sayuran yang beragam, seperti tumis kangkung, sayur lodeh, atau urap-urap. Sayur-sayuran ini melambangkan keberagaman, kesuburan, dan kelimpahan rezeki dalam hidup.

 

  1. Telur Rebus

Telur rebus merupakan simbol dari kesuburan, kehidupan baru, dan perlindungan. Telur yang direbus utuh melambangkan kesatuan dan kebulatan keluarga yang harmonis.

 

  1. Kue Tradisional

Kue tradisional seperti kue putu, klepon, atau kue talam seringkali disajikan sebagai hidangan penutup dalam upacara Tedak Siten. Kue-kue ini melambangkan kelezatan hidup, kebahagiaan, dan keharmonisan dalam keluarga.

Setiap hidangan dalam upacara Tedak Siten memiliki makna simbolis yang mendalam dan melambangkan harapan untuk kehidupan yang sukses, bahagia, dan harmonis bagi anak yang sedang diadakan upacara tersebut. Dengan mempersembahkan lima hidangan wajib ini, diharapkan keluarga dapat memberikan restu dan doa yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang baru saja diberi nama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *