Kontroversi Pengisian Perangkat Desa Tudingan Penipuan dan Kebuntuan Janji Pengembalian Uang

Pengisian perangkat Desa di Nganjuk, khususnya di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masih menyisakan kontroversi

Kontroversi Pengisian Perangkat Desa Oro oro Ombo.Foto : tivi7news.com/Rendi

Nganjuk tivi7news.com – Pengisian perangkat Desa di Nganjuk, khususnya di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masih menyisakan kontroversi, Sabtu (09/03/2024).

 

Darsono, salah satu warga yang diduga menjadi korban penipuan oleh Kepala Desa, Haji Bismoko, mengungkapkan bahwa anaknya, Muti’ah, telah diajukan sebagai calon Sekretaris Desa. Namun, proses ini ternyata tidak berjalan mulus.

 

“Saat negosiasi dengan Kades di wilayah Ploso Nganjuk Kota, harga yang diminta untuk posisi Sekdes mencapai Rp200 juta. Setelah negosiasi, kesepakatan tercapai dengan harga Rp180 juta rupiah, dan saya telah membayar Rp93 juta sebagai uang muka,” ujarnya.

 

Namun, ketika mendekati ujian perangkat desa, Kades diduga membatalkan Muti’ah sebagai calon Sekdes tanpa alasan yang jelas. Kades berjanji untuk mengembalikan uang setelah ujian, tetapi hingga kini, setelah 5 pertemuan, uang tersebut belum dikembalikan.

 

Hingga saat ini, kontroversi pengisian perangkat desa di Nganjuk, terutama di Desa Oro Oro Ombo, Ngetos, Nganjuk, terus memunculkan sorotan. Meskipun dijanjikan pengembalian uang, hingga kini, uang tersebut belum dikembalikan, meninggalkan tanda tanya besar atas integritas pengisian perangkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *