Dampak Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, dan 7 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Musim Hujan

Dampak Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, dan 7 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Musim Hujan. Foto:tivi7news.com/ilustrasi

Nganjuk, tivi7news.com, -Musim hujan adalah periode dalam suatu tahun di mana curah hujan meningkat secara signifikan. Di daerah tropis dan subtropis, musim hujan seringkali terjadi sebagai bagian dari siklus iklim. Faktor-faktor yang menyebabkan musim hujan termasuk pergeseran angin muson, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Pada musim hujan, kelembaban udara meningkat, dan terbentuknya awan hujan dapat menghasilkan curah hujan yang lebih intens. Hal ini sering menyebabkan banjir, genangan air, dan perubahan kondisi lingkungan. Musim hujan juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat dengan meningkatkan risiko penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, seperti demam berdarah, leptospirosis, dan penyakit pernapasan.

Meskipun musim hujan dapat membawa manfaat bagi pertanian dan sumber daya air, penting untuk mengatasi dampak negatifnya, termasuk risiko kesehatan dan bencana alam. Pencegahan dan persiapan yang baik dapat membantu mengurangi dampak buruk musim hujan pada lingkungan dan masyarakat.

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Musim hujan cenderung meningkatkan jumlah genangan air, yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

  1. Influenza atau Flu

Musim hujan dapat meningkatkan risiko penyebaran virus influenza. Kelembaban udara dan suhu yang rendah cenderung menciptakan kondisi yang mendukung penularan flu.

  1. Leptospirosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya tersebar melalui air yang terkontaminasi oleh urine hewan. Banjir dan genangan air pada musim hujan dapat menjadi sumber penularan leptospirosis.

  1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Infeksi saluran pernapasan akut, termasuk flu dan pilek, seringkali meningkat selama musim hujan. Faktor cuaca yang lembap dan dingin dapat mendukung penyebaran virus yang menyebabkan ISPA.

  1. Diare

Penyakit diare sering terjadi pada musim hujan karena air yang terkontaminasi oleh bakteri atau parasit dapat lebih mudah menyebar. Praktik sanitasi yang buruk juga dapat meningkatkan risiko diare.

  1. Malaria

Nyamuk Anopheles, penyebar malaria, biasanya berkembang biak di air yang tergenang. Musim hujan dapat menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan nyamuk ini, meningkatkan risiko penularan malaria.

  1. Infeksi Kulit

Kulit yang lembap dan rentan terhadap infeksi pada musim hujan. Jamur, bakteri, dan parasit dapat dengan mudah tumbuh pada kulit yang basah, menyebabkan berbagai jenis infeksi kulit.

Penting untuk menjaga kebersihan diri, menjauhi air yang terkontaminasi, dan memperhatikan gejala penyakit pada musim hujan untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *