News  

Potensi Longsor Mengancam Rumah dan Keselamatan Warga di Nganjuk

Sebuah bencana tanah longsor terjadi di pinggir sungai dusun Gebangayu desa Kedungdowo kabupaten Nganjuk, yang mengakibatkan kandang ternak yang berada di belakang rumah warga hanyut terbawa longsor.

Potensi Longsor Mengancam Rumah dan Keselamatan Warga di Nganjuk .Foto :tivi7news.com/Rendi

Nganjuk tivi7news.com – Sebuah bencana tanah longsor terjadi di pinggir sungai dusun Gebangayu desa Kedungdowo kabupaten Nganjuk, yang mengakibatkan kandang ternak yang berada di belakang rumah warga hanyut terbawa longsor.

 

Salah satu yang terdampak adalah rumah milik Dita Pariani, terletak di pinggiran sungai gebangayu. Rumah tersebut menghadapi ancaman keruntuhan akibat erosi tanah yang diakibatkan oleh air sungai.

 

Peristiwa longsor baru-baru ini telah mengakibatkan rumah Dita dalam keadaan genting, karena sebagian tanah di sekitarnya telah tergerus, membentuk jurang yang mengancam kestabilan bangunan.

 

Dita mengungkapkan bahwa insiden longsor telah terjadi beberapa kali sebelumnya, namun kali ini lebih serius, bahkan kandang sapi miliknya hanyut terbawa longsor.

 

“Longsor memang sudah sering terjadi, tapi kali ini sangat parah sampai kandang sapi saya hancur,” ujar Dita.

 

Sebidang lahan seluas 50 meter di belakang rumah Dita telah ambruk ke sungai, mengakibatkan dapur yang baru saja dibangun berada dalam jarak yang sangat dekat dengan tepi tanah yang rawan longsor.

 

“Saya sangat khawatir rumah akan roboh sewaktu-waktu karena cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu,” tambah Dita.

 

Meski Dita telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah desa sejak awal, namun belum ada tindak lanjut yang jelas dari pihak berwenang. Pemerintah desa hanya meminta Dita untuk bersabar sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut.

 

Dalam kondisi rumah yang terancam roboh, Dita berharap pemerintah daerah segera bertindak untuk memperbaiki tepi sungai yang rawan longsor, guna mencegah terjadinya longsor susulan dan menjaga keselamatan warga.

 

“Saya tidak memiliki pilihan lain selain bertahan di sini. Saya berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki tepi sungai guna mencegah longsor susulan,” pungkas Dita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *