News  

Memahami Efek Samping TTS dari Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca telah menjadi perhatian karena dituduh dapat memicu efek samping yang jarang terjadi, yang dikenal sebagai Thrombosis Thrombocytopenia Syndrome (TTS)

Efek Samping TTS dari Vaksin Covid-19 AstraZeneca.Foto:tivi7news.com/ilustrasi

Nganjuk,tivi7news.com– Vaksin Covid-19 AstraZeneca telah menjadi perhatian karena dituduh dapat memicu efek samping yang jarang terjadi, yang dikenal sebagai Thrombosis Thrombocytopenia Syndrome (TTS). Namun, apa sebenarnya TTS itu?

 

AstraZeneca, salah satu produsen vaksin yang digunakan di Indonesia, menghadapi tuntutan hukum terkait klaim bahwa vaksin mereka yang dikembangkan di Universitas Oxford menyebabkan kematian dan cedera serius pada beberapa kasus. Salah satunya adalah gugatan pertama oleh Jamie Scott, seorang pria yang mengalami cedera otak serius setelah mendapatkan vaksin pada April 2021.

 

Meskipun AstraZeneca membantah tudingan tersebut, mereka mengakui dalam dokumen hukum pada Februari bahwa vaksin mereka dapat menyebabkan TTS pada kasus-kasus tertentu.

 

TTS adalah sindrom yang sangat langka di mana seseorang mengalami pembekuan darah (trombosis) dan jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia). Sindrom ini juga dikenal sebagai ‘trombositopenia trombotik imun yang diinduksi vaksin’ (VITT). Trombosis terjadi ketika ada pembentukan bekuan darah, sementara trombositopenia adalah kondisi di mana jumlah trombosit dalam darah sangat rendah.

 

Risiko TTS tampaknya sedikit lebih tinggi pada orang di bawah usia 60 tahun. Pembekuan darah dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti otak, perut, paru-paru, vena ekstremitas, dan arteri.

 

Meskipun risiko ini terjadi, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksinasi AstraZeneca telah diberikan kepada lebih dari 1 miliar orang di dunia, dan hanya sekitar seribu kasus yang dilaporkan mengalami efek TTS. Orang yang mengalami efek samping tersebut biasanya memiliki penyakit bawaan atau penyakit penyerta.

 

Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus serupa di Indonesia. Meskipun demikian, efek samping TTS dari vaksin AstraZeneca tetap harus diwaspadai. Kriteria tertentu, seperti kondisi kehamilan atau penyakit tertentu, tidak disarankan untuk menerima vaksin ini.

Meskipun efek samping TTS dari vaksin AstraZeneca merupakan perhatian serius, manfaat dari vaksinasi ini jauh lebih besar daripada risikonya. Namun, penting bagi individu untuk memperhatikan faktor risiko pribadi mereka sebelum memutuskan untuk divaksinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *