News  

Lonjakan Permintaan Kripik Tempe Sekar Arum Jombang Jelang Lebaran Idul Fitri 2024

Derita Prihatin, pemilik usaha kripik tempe Sekar Arum di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran Idul Fitri 2024.

Lonjakan Permintaan Kripik Tempe Sekar Arum Jombang.Foto:tivi7news.com/Meita

Jombang, tivi7news– Derita Prihatin, pemilik usaha kripik tempe Sekar Arum di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran Idul Fitri 2024. Usahanya yang telah beroperasi sejak tahun 2005 ini mengalami peningkatan pesanan hingga tiga kali lipat dari pelanggan yang mencari camilan kripik tempe sebagai sajian kudapan saat merayakan hari raya.

 

Dalam sebuah wawancara, Derita Prihatin (52) menjelaskan bahwa pada Ramadhan tahun ini permintaan kripik tempe meningkat drastis. Jika pada hari biasa ia menggunakan sekitar 15 kilogram kedelai untuk produksi kripik tempe, namun menjelang Ramadhan jumlah bahan baku yang dibutuhkan naik menjadi 35 kilogram kedelai.

 

“Ditambahnya permintaan kripik tempe menjelang Lebaran membuat kami harus menambah bahan baku menjadi 35 kilogram, naik dua kali lipat dari hari biasanya,” ungkap Prihatin.

 

Terkait harga, Prihatin menjelaskan bahwa harga kripik tempe bervariasi tergantung pada permintaan pelanggan dan ukuran kemasan. Untuk satu kilogram kripik tempe, harganya sekitar Rp 65 ribu, sedangkan harga terkecilnya mulai dari Rp 12.000. Untuk kemasan toples, harganya mencapai Rp 27.000 dan yang setengah kilogram dijual seharga Rp 32.500.

 

Menurut Prihatin, camilan kripik tempe yang paling diminati oleh pembeli menjelang Lebaran adalah yang sudah dikemas dalam toples dan yang dijual per kilogram. Untuk bahan baku, ia memastikan bahwa semua kebutuhan seperti minyak goreng dan kedelai tersedia menjelang Lebaran, sehingga tidak ada kesulitan dalam produksi.

 

Saat ini, usaha kripik tempe Sekar Arum masih menjalankan penjualan secara offline dengan menitipkan produknya di pusat oleh-oleh di Jombang, di sekitar makam religi Gus Dur, dan juga menjual langsung di rumahnya yang strategis di pinggir jalan raya.

 

“Pemudik biasanya banyak yang memesan oleh-oleh setelah Lebaran, biasanya pesanan datang kembali sekitar seminggu setelah Lebaran,” tambahnya.

 

Dengan adanya peningkatan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran, usaha kripik tempe Sekar Arum berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan kontribusi positif dalam memeriahkan suasana Lebaran Idul Fitri 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *