Religi  

Menelan Air Liur Saat Berpuasa, Apakah Hal Ini Membatalkan Puasa?

Menelan air liur saat berpuasa adalah hal yang seringkali tidak disengaja, apakah perbuatan ini membatalkan puasa?

Menelan Air Liur Saat Berpuasa. Foto : tivi7news.com/ilustrasi

NGANJUK, tivi7news.com, – Menelan air liur saat berpuasa adalah hal yang seringkali tidak disengaja, tetapi menjadi perhatian bagi banyak orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pertanyaannya adalah apakah perbuatan ini membatalkan puasa seseorang? Untuk menjawabnya, mari kita telaah dari perspektif agama Islam.

 

Hukum Menelan Air Liur Saat Berpuasa dalam Islam

 

Menurut mayoritas ulama, menelan air liur secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Ini karena menelan air liur bukanlah suatu tindakan yang disengaja atau dikehendaki oleh individu yang berpuasa. Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم juga telah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengampuni umatku dari hal-hal yang dilakukan dengan lupa, kekhilafan, dan yang dipaksakan atas mereka” (HR. Ibnu Khuzaimah).

 

– Kondisi yang Mempengaruhi Hukum Menelan Air Liur

 

Namun, terdapat beberapa kondisi yang perlu diperhatikan terkait dengan menelan air liur saat berpuasa:

 

  1. Menelan Air Liur dengan Sengaja

 

Jika seseorang menelan air liur secara sengaja, maka ini dapat membatalkan puasanya. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang melanggar ketentuan puasa.

 

  1. Peningkatan Produksi Air Liur

 

Jika seseorang sengaja memicu peningkatan produksi air liur dengan melakukan tindakan tertentu seperti memasukkan sesuatu ke dalam mulut dengan tujuan menelan, hal ini juga dapat dipandang sebagai tindakan yang membatalkan puasa.

 

  1. Kondisi Medis Khusus

 

Bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu yang menyebabkan produksi air liur berlebihan, seperti GERD (gastroesophageal reflux disease), mereka diberikan keringanan dalam masalah ini oleh sebagian ulama.

 

Dalam Islam, menelan air liur secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Namun, jika tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja atau sebagai akibat dari tindakan tertentu yang dimaksudkan untuk menelan, maka dapat mempengaruhi status puasa seseorang.

 

Oleh karena itu, penting bagi individu yang berpuasa untuk memperhatikan niat dan menjauhi tindakan yang dapat meragukan keabsahan puasanya.

 

Puasa adalah ibadah yang bersifat spiritual dan mengajarkan kedisiplinan dalam menjaga diri dari segala yang dapat merusak kesucian ibadah tersebut. Dengan memahami hukum-hukum yang terkait, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *