Religi  

Mandi Junub Siang Hari di Bulan Ramadhan, Apakah Puasa tetap Sah

Selama berpuasa, seorang muslim tidak boleh makan, minum, berhubungan suami-istri, dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasanya

NGANJUK, tivi7news.com, – Selama berpuasa, seorang muslim tidak boleh makan, minum, berhubungan suami-istri, dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasanya. Namun, pasangan sah tetap boleh berhubungan intim pada malam hari. Lalu, bolehkah mandi wajib di siang hari mandi junub saat puasa?

 

Orang yang sedang junub/berhadas besar karena keluar mani atau berhubungan suami istri diwajibkan mengerjakan mandi besar. Namun demikian, mandi junub saat puasa tidak termasuk sebagai syarat sah.

 

Selama bulan Ramadhan, memang terdapat larangan melakukan hubungan suami-istri pada siang hari. Hubungan suami-istri termasuk sebagai perkara yang membatalkan puasa, sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 187. Berikut redaksi terjemahan lengkapnya.

 

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai [datang] malam,” (Q.S Al-Baqarah: 187).

 

Lantas, mandi wajib siang hari apakah sah puasanya?

 

Berdasarkan ayat di atas, orang yang sedang junub atau dalam kondisi berhadas besar karena berhubungan suami istri boleh melanjutkan puasanya pada hari tersebut. Kendati belum mandi wajib hingga lewat waktu subuh, puasanya tetap sah.

 

Rasulullah saw. pernah dalam kondisi junub dan tetap berpuasa meskipun belum mandi wajib hingga melewati waktu subuh. Diriwayatkan, Aisyah dan Ummu Salamah berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa.” (H.R. Bukhari).

 

Dalam versi lain, kasus serupa terkait mandi junub saat puasa pernah ditanyakan oleh salah satu sahabat kepada Rasulullah. Dari Aisyah ra. dijelaskan, “Seorang lelaki berhenti di pintu lalu berkata kepada Rasulullah saw.–sedangkan aku ikut mendengar, ‘Wahai Rasulullah, aku masih junub ketika masuk waktu subuh, padahal aku ingin berpuasa,”

Kemudian Nabi menjawab, “Aku juga pernah pada subuh tengah junub dan aku ingin berpuasa maka aku pun mandi dan berpuasa,”

 

Pria itu kembali menambah pertanyaannya, “Wahai Rasulullah, anda tidak sama seperti kami. Allah telah mengampuni dosa-dosa anda yang telah lampau maupun yang akan datang,”

 

Kemudian Nabi bersabda, “Demi Allah! Aku sangat berharap agar aku menjadi orang yang paling takut kepada Allah dibandingkan kalian semua. Aku yang paling tahu dengan aturan yang bisa membuat aku bertakwa.”

 

Dari sejumlah penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa mandi wajib tidak harus dilakukan sebelum memulai puasa. Mandi junub saat puasa, termasuk setelah lewat azan subuh, diperbolehkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *