Makna Simbolis Kue Keranjang, Sejarah, dan Tradisi dalam Budaya Tionghoa

Kue keranjang, yang dalam budaya Tiongkok dikenal sebagai Nian Gao, menjadi hidangan istimewa yang dihidangkan pada perayaan Imlek

Makna Simbolis Kue Keranjang, Sejarah, dan Tradisi dalam Budaya Tionghoa.foto :tivi7news.com/illustrasi

Nganjuk, tivi7news.com – Kue keranjang, yang dalam budaya Tiongkok dikenal sebagai Nian Gao, menjadi hidangan istimewa yang dihidangkan pada perayaan Imlek. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras ketan dan telah menghiasi meja perayaan selama ribuan tahun, sejak zaman ketika Tiongkok masih terpecah menjadi berbagai kerajaan.

 

Awalnya, kue keranjang digunakan sebagai persembahan dalam ritual adat, tetapi seiring berjalannya waktu, kue ini berubah menjadi hidangan khas dalam festival musim semi.

 

Sejarah Kue Keranjang

 

Pada masa musim semi dan gugur di Tiongkok, sekitar tahun 722–481 SM, ketika negara terpecah menjadi berbagai kerajaan kecil dan kelaparan melanda karena perang, seorang raja mengambil langkah besar dengan membangun dinding kokoh untuk melindungi wilayahnya dari serangan.

 

Meskipun raja itu merayakan ide tersebut dengan jamuan pesta, Perdana Menteri Wu Zixu memiliki pandangan yang berbeda. Baginya, perang adalah masalah serius, dan meskipun dinding yang kuat memberikan perlindungan, Wu Zixu menekankan bahwa dinding tersebut bisa menjadi bumerang jika musuh mengepung kerajaan.

 

Dengan tegas, Wu Zixu menyarankan untuk menggali lubang di bawah dinding jika keadaan benar-benar buruk. Beberapa tahun setelah kematiannya, saran itu menjadi kenyataan ketika kelaparan melanda banyak orang selama masa perang.

 

Prajurit-prajurit mengikuti saran Wu Zixu dan menemukan bahwa bagian bawah dinding terbuat dari batu bata khusus dari tepung beras ketan, yang ternyata adalah Nian Gao pertama kali. Makanan ini menjadi penyelamat bagi banyak orang dari kelaparan.

 

Sejak itu, setiap tahun, orang-orang membuat Nian Gao sebagai tanda penghormatan terhadap Wu Zixu. Seiring berjalannya waktu, Nian Gao berkembang menjadi kue Tahun Baru Cina, atau yang lebih dikenal sebagai kue keranjang di Indonesia.

 

Makna Kue Keranjang

 

Tradisi memakan kue keranjang pada perayaan tahun baru memiliki makna positif yang diyakini secara turun-temurun oleh warga Tionghoa.

 

Kue keranjang dianggap sebagai simbol peningkatan pendapatan dan jabatan, serta perkembangan positif pada anak-anak. Mengonsumsi kue ini umumnya diinterpretasikan sebagai pertanda tahun yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Keyakinan ini mendorong mereka untuk percaya bahwa memakan kue keranjang selama perayaan Imlek atau Tahun Baru China membawa keberuntungan dan nasib baik.

 

Pada awal Dinasti Liao (907-1125), warga di Beijing mulai memiliki tradisi memakan kue tersebut pada hari pertama bulan pertama. Seiring berjalannya waktu, terutama pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911), kue keranjang menjadi bagian dari santapan sehari-hari di seluruh Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *