Budaya  

Tari Mung Dhe, Persembahan Seni yang Mencerahkan Kepahlawanan dan Patriotisme di Nganjuk

Tari Mung Dhe berasal dari Desa Garu, Kecamatan Baron, Nganjuk, sebagai tarian tradisional dengan tema kepahlawanan, cinta tanah air, heroik, dan patriotisme.

Tari Mung Dhe, Persembahan Seni yang Mencerahkan Kepahlawanan dan Patriotisme di Nganjuk. Foto : tivi7news.com/ilustrasi.

NGANJUK, tivi7news.com– Tari Mung Dhe berasal dari Desa Garu, Kecamatan Baron, Nganjuk, sebagai tarian tradisional dengan tema kepahlawanan, cinta tanah air, heroik, dan patriotisme. Lebih lanjut, pertunjukan ini memiliki keterkaitan dengan kekalahan prajurit Diponegoro di bawah pimpinan Sentot Prawirodirdjo.

Dalam Tari Mung Dhe, diceritakan adegan latihan perang prajurit yang didukung oleh orang-orang yang memberikan semangat kepada kedua belah pihak yang berlatih. Individu yang memberikan dukungan ini disebut sebagai “botoh” yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu penthul untuk pihak yang menang dan tembem untuk pihak yang kalah. Tingkah laku lucu dan menghibur dari kedua botoh ini menciptakan suasana tegang bagi penonton, terutama karena kontrasnya dengan seriusnya latihan perang yang melibatkan pedang.

 

Secara total, Tari Mung Dhe melibatkan 14 pemain, masing-masing memiliki peran awal yang spesifik, yakni:

2 orang sebagai penari/prajurit.

2 orang sebagai pembawa bendera.

2 orang sebagai botoh.

8 orang sebagai penabuh/pengiring.

Dalam perkembangannya, Tari Mung Dhe kini melibatkan 12 orang, dengan 6 alat untuk 6 pemain. Struktur organisasi tari ini mencakup penari pria dan wanita dari berbagai usia dewasa, termasuk yang sudah menikah maupun yang belum. Saat ini, Tari Mung Dhe sering dipertunjukkan dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Nganjuk, seperti Pemilihan Duta Wisata, Grebeg Suro, Jamasan Pusaka, dan Upacara Wisuda (gembyangan) Waranggono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *