Autoimun: Mendalami Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan

Autoimun merujuk pada kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri, menganggapnya sebagai ancaman. Banyak penyakit autoimun dikenal sulit untuk disembuhkan sepenuhnya, dan ini menghadirkan tantangan yang signifikan dalam dunia kesehatan.

Autoimun: Mendalami Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan. Foto : tivi7news.com/Rendi

Nganjuk, tivi7news.com – Autoimun merujuk pada kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri, menganggapnya sebagai ancaman. Banyak penyakit autoimun dikenal sulit untuk disembuhkan sepenuhnya, dan ini menghadirkan tantangan yang signifikan dalam dunia kesehatan.

Pengertian autoimun:

Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit, malah menyerang sel-sel dan jaringan sehat. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan jaringan, dan gejala yang bervariasi tergantung pada organ yang terpengaruh.

Makanan yang harus di hindari penderita autoimun:
1. Gluten:
Beberapa orang dengan penyakit autoimun, seperti penyakit Hashimoto atau lupus, melaporkan perbaikan gejala setelah mengurangi konsumsi gluten. Gluten dapat ditemukan dalam gandum, barley, dan gandum hitam.

2. Produk Susu:
Komponen protein dalam susu, terutama casein, dapat menyebabkan reaksi autoimun pada beberapa individu. Ini menjadi pertimbangan penting bagi mereka dengan penyakit seperti arthritis reumatoid atau lupus.

3. Gula dan Makanan Olahan:
Konsumsi gula berlebih dan makanan olahan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Ini dapat memperburuk gejala penyakit autoimun dan memengaruhi kesehatan umum.

4. Kafein dan Alkohol:
Kafein dapat mempengaruhi kelenjar adrenal dan sistem kekebalan tubuh, sementara alkohol dapat merangsang peradangan. Keduanya perlu dihindari atau dikonsumsi dengan bijak oleh individu dengan penyakit autoimun.

5. Makanan dengan Zat Aditif dan Pengawet:
Zat aditif, pewarna, dan pengawet dalam makanan dapat memicu reaksi alergi atau merangsang respon autoimun pada individu yang sensitif.

6. Makanan dengan Kandungan Oksalat Tinggi:
Makanan tinggi oksalat, seperti bayam, bit, dan cokelat, dapat memperburuk gejala pada individu dengan kondisi autoimun, terutama yang terkait dengan gangguan ginjal.

7. Makanan Tinggi Histamin:
Makanan yang mengandung histamin tinggi, seperti anggur merah, keju tua, dan makanan fermentasi, dapat memicu reaksi alergi atau meningkatkan peradangan pada beberapa individu.

Penyakit Autoimun yang Tidak Dapat Disembuhkan:

1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES): LES adalah penyakit autoimun kronis yang dapat mempengaruhi kulit, sendi, dan organ internal. Meskipun terdapat terapi yang dapat mengelola gejalanya, penyakit ini seringkali tidak dapat disembuhkan sepenuhnya.

2. Sklerosis Multipel (SM): SM melibatkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf di sistem saraf pusat. Meskipun ada obat yang dapat mengurangi frekuensi serangan dan mengelola gejala, penyembuhan total belum tercapai.

3. Artritis Reumatoid: Penyakit ini menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan sekitarnya. Pengobatan dapat membantu mengurangi peradangan, tetapi penyembuhan total masih merupakan tantangan.

4. Penyakit Hashimoto: Merupakan gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid dan dapat menyebabkan hipotiroidisme.

5. Diabetes Tipe 1: autoimun menyebabkan kerusakan pada sel-sel penghasil insulin di pankreas.

Cara mencegah penyakit autoimun:


    1.    Gaya hidup sehat
    2.    Mengelola stres
    3.    Hindari paparan zat berbahaya
    4.    Perhatikan kesehatan mental
    5.    Rutin pemeriksaan kesehatan
    6.    Pola makan sehat
    7.    Konsultasi dengan profesional

Tantangan dan Harapan:


Meskipun tidak ada penyembuhan mutlak untuk penyakit autoimun ini, penelitian terus dilakukan untuk mengidentifikasi terapi yang lebih efektif dan, pada akhirnya, menemukan cara untuk mengatasi akar penyebab autoimun. Sementara itu, manajemen gejala, dukungan medis, dan perubahan gaya hidup tetap menjadi pendekatan penting untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang hidup dengan penyakit autoimun. (Lila_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *